Bener gak sih Tes psikotes sama dengan tes orang gila !!!
yah klo denger kata psikolog/psikiater kita sering mendengar yang namanya tes psikologi atau tes psikotes atau tes kepribadian atau kejiwaan seseorang. di satu sisi kita tak tau apakah hasil tes tersebut valid ato enggak.. karena kita gak tau yang dinilai itu yang bagian mana dan dari segi apa. kebanyakan orang yang khususnya sedang mencari kerja pasti akan dihadapkan dengan tes ini. dan orang2 cenderung lebih tegang karena dari tahun ke tahun.. pengalaman demi pengalaman orang yang melakukan ato menjalani tes tersebut banyak gagalnya daripada berhasilnya??? apa yang mendasari penilaian dari tes tersebut..?
1. Apakah kejiwaannya
2. Persiapan mentalnya
3. Ketenangan pikiran
4. Suasana hati
5. Ato whatever
yah yang jelas soal2 yang ada di dalamnya memang membikin orang sakit kepala, pusing, mumetz dan stress kaya orang gila. dimana soalnya lebih banyak dari soal2 ulangan umum, mid tes, ataupun end tes (kaya kuliah aja) :d. tapi yang jelas ketika orang mendengar yang namanya tes ini pasti akan merasa minder dulu, gugup dan bahkan ada yang sampek frustasi karena tes ini bukan tes sembarang tes yang jawabannya bisa atau sama di buku pegangan ato buku catatan. di samping itu juga jawabannya gak bisa dibuat contekan ato bahasa jermannya (baca:ngepek.red). dimana soalnya bisa lebih dari 500 soal :d ditambah lagi setiap session tes diberi batas waktu mmm kira2 kalo gak salah 6-7 menit untuk 30 - 50 soal…!!!
yah tes ini merupakan tes kejiwaan seseorang dimana kondisi mental dan pikiran seseorang sedang diuji.
klo kita liat gaya bicaranya psikolog emang susah ditebak dan arahnya gak tau dan jelas tujuannya?jadi kalo punya temen saudara ato siapapun yang profesinya jadi psikolog ato kuliah di psikolog memang rada2 gimana gitu..!! jadi jangan sampek pikiran anda terbaca oleh orang2 tersebut :d. klo orangnya baek sih gak pa2! tapi klo diluar itu bisa fatal akibatnya..
back to tes..
tes ini terdapat bermacam2 jenisnya.
1.Tes Intelektual yang terdiri dari berbagai macam
CFIT= Culture Fair Intelegence Tes ; untuk mengungkap kemampuan mental umum
TIU = Tes Intelegensi Umum ; untuk mengungkap kemampuan mental umum
TKD = Tes Kemampuan Dasar ; Untuk mengukur kemampuan dasar individu
AA = Army Alpha ; untuk mengetahui daya tangkap / daya konsentrasi orang
ADKUDAG = Administrasi dan Keuangan ; untuk mengetahui kemampuan administrasi dan keuangan
2.Tes Kepribadian
EPPS = Edwards Personal Preference schedule ; untuk mengetahui seberapa besar dorongan, kebutuhan atau motif seseorang
DAM = Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang) ; untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja
WARTEGG ; untuk mengetahui emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek
KRAEPLIEN ; Untuk mengungkap ketelitian,kecepatan, kestabilan dan ketahanan kerja
RM = The Rothwell Miller ; untuk mengetahui minat seseorang terhadap jenis pekerjaan
Selebihnya konsultasi ama mbah google :d
memang klo diliat dari macamnya aja dah pusing apalagi kalo mengerjakan tambah pusing lagi :d
yang pasti klo kebanyakan mikir bisa menyebabkan anda menjadi strezz dan gila beneran..
I Hope That isn’t Happen!!! maybe..
H4rs W4r10r
cah Semarang


Saya ingin bertanya “Apa itu Tes”
Comment by Zikri handoyo — July 4, 2007 @ 9:49 am
saya rasa, psikolog bukan orang bodoh yang menggunakan tes untuk orang gila pada orang normal. untuk apa psikolog kuliah dari sarjana sampai magister kalau tidak bisa menginterpretasikan hasil tes dengan bijaksana. justru orang awam bukan, yang sering menyesatkan diri sendiri dengan pemahaman sepenggal-sepenggal mengenai psikologi, alat ukur psikologis, dan teori2 yang seharusnya tidak dipandang dari satu sudut? mitos-mitos mengenai baca pikiran dan sebagainya juga sangat bohong. menganalisa hasil pemeriksaan saja pusingnya sampai mau muntah, untuk apa psikolog iseng2 membaca2 orang disekelilingnya? dibayar juga tidak!
Comment by paris — September 6, 2007 @ 12:17 pm
bagi teman-teman yang belum begitu mengenal dunia psikologi itu seperti apa, memang biasanya melihat seorang psikolog itu seperti seorang paranormal atau dukun yang bisa melihat apa yang ada di pikiran orang lain. padahal pada kenyataannya tidak seperti itu, para psikolog bukanlah Dewa atau Tuhan yang bisa mengetahui apa yang ada di pikiran kita, mereka hanya berusaha untuk memahami kebutuhan dan sesuatu yang ada pada diri manusia seperti kemampuan intelektual atau pun kepribadian manusia. dengan keterbatasannya mereka berusaha mengukur atau melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat secara langsung (Bukan makhluk halus, lho….), yaitu dengan membuat alat-alat pengukuran yang kita kenal dengan tes.(padahal ngga semua alat pengukuran psikologi bisa dikatakan sebagai tes yang diidentikkan dengan tes ujian, UAN atau sejenisnya lho..). lalu mengenai apakah psikotes itu sama dengan tes orang gila?? menurut saya tidak benar… yang namanya orang gila itu kan pikirannya sudah terganggu jangankan menjawab pertanyaan pada alat pengukuran psikologis, wong ngomong ja udah ga jelas arah dan tujuannya. psikotes itu banyak jenisnya ada yang ditujukan untuk tujuan klinis atau sebagai tujuan pengukuran intelektual seseorang atau bahkan untuk “meramal” atau memperkirakan perilaku seseorang di masa yang akan datang jika dia diterima di suatu perusahaan tertentu dengan melihat kecenderungan perilaku individu tersebut pada hasil tes psikologis. bahkan psikotes itu juga diberikan pada saat ujian masuk bagi calon mahasiswa pada perguruan-perguruan tinggi tertentu, jadi masak semua calon mahasiswa itu dikatakan sebagai orang gila?????? silahkan teman-teman mempersepsikan sendiri… terima kasih..
Comment by hanes — October 9, 2007 @ 2:25 pm
Teman-teman…
cuma mo urun rembug…
Tes psikologi bukan untuk mengetahui apakah orang itu gila ato gak…
ya sesuai fungsinya…
Biasanya untuk mengetahui tipe kepribadian seseorang tok..
sedangkan untuk mengetahui apakah orang itu gila ato gak, bukan psikolog orangnya tapi PSIKIATER…
bedanya, psikolog itu bukan dokter, kalo psikiater adalah dokter ahli Kejiwaan..
gitu…
dan proses gila itu dewe gak sesimple yang qta pikir selama ini…
tq…
Comment by devi — January 3, 2008 @ 5:57 am